DESA WISATA CISAAT

            Desa Cisaat merupakan desa di kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Indonesia. Wilayah Cisaat meliputi 4 dusun, 6 RW, dan 28 RT. Cisaat merupakan desa dengan panorama alam yang masih asri dan indah dan kaya akan ragam seni dan budaya tradisional yang menjadikannya satu aikon tersendiri. Di Cisaat pula terdapat objek wisata agrowisata berupa kebun nanas yang menawarkan sensasi petik buah sendiri.

Desa Cisaat berada di ketinggian 780 m dari permukaan laut tepatnya diarea kaki Gunung Tangkuban Perahu, dengan suhu berkisar dari 9 – 18 derajat Celsius, panorama alam dan lingkungan yang berbukit dikelilingi oleh hamparan ribuan hektar perkebunan Teh Hijau sehingga terlihat dan terasa sejuk serta nyaman. Desa Cisaat dilalui oleh jalan propinsi yang menghubungkan kota Subang dengan kota Bandung sebagai Ibu kota Propinsi Jawa Barat dengan jarak tempuh kurang lebih 18 Km dari kota Subang dan ±42 Km kearah kota Bandung. Potensi wisata yang ada dan bisa dikembangkan di Desa Cisaat tidak hanya alamnya saja terkait dengan keberadaan Desa Cisaat yang berada di kawasan kaki gunung tangkuban perahu tetapi juga Desa Cisaat memiliki potensi lain yang bisa dijadikan daya tarik baru seperti wisata budaya, wisata pedesaan, dan agrowisata.

Legenda Budaya Desa

1.      Pada zaman dahulu sebagian besar masyarakat Cisaat mempunyai adat istiadat kepercayaan yaitu pada bulan-bulan tertentu suka mengadakan upacara adat seperti pada Bulan muharom upacara ceremonial Ruatan Bumi dan Bubur sura, adat kebiasaan tersebut sampai sekarang masih lestari.

2.      Pada menjelang musim tanam dan panen padi di setiap sudut pematang sawah diberi Pupuhunan yang diberitanda sawen janur dan tumbuhan tumbuhan simbol seperti Handeuleum, Jawer Kotok, Hanarusa dan Tamiang pugur, berupa kembang dengan harapan bahwa semua symbol tersebut dapat dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya para petani sehingga hasil pertanian yang mereka dapat akan mendatangkan berkah.

3.      Pada Bulan Mulud diadakan upacara Jiarah Bersama ketempat-tempat yang diangggap Keramat dan dilangsungkan dengan pelaksanaan hajat bersama/Kenduri ditempat keramat tersebut, sampai sekarang masih lestari.

4.      Kepercayaan penduduk Cisaat disetiap menjelang Khajatan baik Pernikahan maupun Sunatan calon penganten diharuskan ziaroh ( Resik ) kubur dan tempat-tempat yang dikeramatakan. Sehari sebelum Khajatan dilaksanakan tuan rumah harus memasang sesaji ( kucingan ) baik dirumah, pojok tarub, sumur dan tempat-tempat keramat, tuan rumah juga mempercayakan sesepuh sebagai Goni ( Orang yang dianggap ampuh ).

Potensi Desa Wisata Cisaat :

1.      Kampung Seni Leuit Lembur (Dusun Cilimus)

2.      Kampung Religi (Kp. Celerek dan Babakan Pasir)

3.      Kampung Budaya dan Argo (Dusun Cisaat)

4.      Kampung Wisata Alam & Sejarah (Dusun Jagarnaek)

5.      Kampung Wisata Rekreasi & Olahraga (Dusun Cigangsing)

KAMPUNG WISATA REKREASI DAN OLAHRAGA

Rekreasi dan sport dipusatkan di dusun Cigangsing. Di wilayah ini terdapat suatu komplek CHR yang didalamnya memiliki area-area rekreasi dan sport diantaranya :

·         Panorama alam pegunungan

·         Villa

·         Kolam renang

·         Tenis lapang

·         Futsal

·         Pacuan kuda

·         Road race (ATV)

·         Jalan santai

·         Live music

·         Camping ground

·         Panorama sunset

·         Panorama sunrise

KAMPUNG BUDAYA DAN ARGO

Di desa cisaat ini memiliki potensi adat budaya tradisional yang masih lestari sampai saat ini

·         Bajak sawah dengan sapi

·         Petik nanas

·         Kuliner (Papais cisaat, Keripik bayam, Keripik singkong, Keripik pisang, Permen jahe)

·         Kerajinan (Lampion, Tas, Rajut pakaian)

·         Kesenian (Kuda lumping, Reog, Kecapi suling)

·         Pengolahan pupuk kompos

·         Sepeda santai

KAMPUNG WISAAT ALAM DAN SEJARAH

Kampung ini terletak di sebelah barat Desa Cisaat tepatnya di Dusun Jagarnaek

·         Panorama kebun teh

·         Track sepeda gunung

·         Tea walk

·         Road race motor

·         Bangunan bersejarah kolonial Belanda

·         Pengolahan the tradisional

·         Camping ground

·         Perah susu sapi

KAMPUNG LEUIT LEMBUR

Kampung ini berada di belahan timur desa cisaat, yaitu Dusun Cilimus. Kampung seni leuit lembur berawal dari adat budaya kebiasaan masyarakat dusun cilimus ketika musim panen raya tiba. Pada musim panen raya , masyarakat dusun cilimus suka mengadakan syukuran bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan tanda terima kasih pada yang Maha Kuasa Sang Pencipta Alam. Ragam jenis kesenian tradisional, modern dan pengrajin makanan / kuliner, kerajinan tangan (cendra mata) yang tumbuh di desa ini menjadi potensi wisata. Karena berawal dari pesta panen maka Dusun Cilimus dikenal dengan julukan “Kampung Seni Leuit Lembur”.

·         Seni gembyung buhun

·         Seni sisingaan

·         Seni reog gogodeg

·         Seni pencak silat

·         Seni jaipong, degung

·         Calung, kacapi suling

·         Seni gondang tutunggulan

·         Kerajinan & Home industri

·         Opak, keripik nanas, nangka papais, abon jantung pisang

Reservasi harus dilakukan 1 bulan sebelum kunjungan dan dapat menghubungi Pak Aceng : 081311112222

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai